MENGENAL DHOMIR


Bismillaahirrohmaanirrohiim

MENGENAL DHOMIR
(Kata Ganti Nama)

Dhomir itu ada 14 (empat belas), yaitu

1. هو = HUWA (Dia lelaki tunggal)
2. هما = HUMAA (Dia lelaki dua)
3. هم = HUM (Mereka lelaki banyak)

4. هي = HIYA (Dia perempuan tunggal)
5. هما = HUMAA (Dia perempuan dua)
6. هن = HUNNA (Mereka perempuan banyak)

7. أنت = ANTA (Kamu lelaki tunggal)
8. أنتما = ANTUMAA (Kamu lelaki dua)
9. أنتم = ANTUM (Kalian lelaki banyak)

10. أنت = ANTI (Kamu perempuan satu)
11. أنتما = ANTUMAA (Kamu perempuan dua)
12. أنتن = ANTUNNA (Kalian perempuan banyak)

13. أنا = ANA (Saya lelaki atau perempuan)
14. نحن = NAHNU (Kami atau kita lelaki atau perempuan)

NB : Dhomir HUMAA ada dua, dan Dhomir ANTUMAA juga ada dua, namun nanti akan berbeda kalau sudah bersambung dengan fi’il (kata kerja).

MACAM-MACAM DHOMIR

الضمير سبعة أنواع : منفصل، ومتصل، وبارز، ومستتر، ومرفوع، ومنصوب، ومجرور

Dhomir itu ada tujuh macam, (Yaitu) : Munfashil, Muttashil, Baariz, Mustatir, Marfu’, Manshub, dan Majrur

Dan secara garis besar, kita akan membagi dhomir menjadi dua dulu, yaitu : Dhomir Munfashil (pisah) dan Dhomir Muttashil (sambung). Dan masing-masingnya sebagai berikut :

A. Dhomir Munfashil (pisah) ada dua, yaitu :
1. Dhomir Rofa’ Munfashil, yaitu dhomir yang berdiri sendiri dan dapat menjadi awalan suatu kalimat, seperti : HUWA, HUMAA, HUM, HIYA, HUMAA HUNNA, ANTA, ANTUMA, ANTUM dan seterusnya, (lihat pembahasan kelima). Nahwu/contoh : هو مسلم  = HUWA MUSLIMUN (Dia orang Islam), dan أنا مؤمن  = ANA MUKMINUN (saya orang yang beriman).
2. Dhomir Nashob Munfashil, yaitu dhomir yang jadi obyek/maf’ul bihi dan jatuh setelah kata إيا = IYYAA (artinya hanya kepada), contoh : إياه = IYYAAHU (hanya kepada dia lelaki tunggal), إياهن  = IYYAAHUNNA (hanya kepada mereka perempuan banyak), dan إياك  = IYYAAKI (hanya kepada kamu perempuan satu), semisal kalimat : إياك أحب  = IYYAAKI UHIBBU (hanya kepadamu aku cinta).

B. Dhomir Muttashil (sambung), yaitu dhomir yang bersambung dengan kalimat/kata lain, dan dhomir muttashil ada tiga, yaitu :
1. Dhomir Rofa’ Muttashil, yaitu dhomir yang berada di dalam fi’il (kata kerja), baik di dalam fi’il madhi, fi’il mudhori’, fi’il amar, maupun fi’il nahyi, contoh : نصر = NASHORO (telah menolong oleh dia lelaki tunggal), ينصر = YANSHURU (sedang menolong oleh dia lelaki tunggal), أنصر = UNSHUR (tolonglah oleh kamu lelaki tunggal), dan لا تنصر = LAA TANSHUR (janganlah menolong oleh kamu lelaki tunggal), dalam kata NASHORO dan YANSHURU terdapat dhomir HUWA yang tidak tampak (Mustatir jawaz), dan dalam kata UNSHUR dan LAA TANSHUR terdapat dhomir ANTA yang disebut dhomir mustatir wujub.
2. Dhomir Nashob Muttashil, yaitu dhomir yang bersambung dengan fi’il, namun kedudukan dia menjadi obyek/maf’ul bihi, contoh : نصره  = NASHOROHU (Dia lelaki satu telah menolong pada dia lelaki satu), dhomir HU inilah yang dimaksud sebagai dhomir nashob muttashil, dan contoh :  أنصرنا  = UNSHURNAA (Tolonglah oleh kamu pada kami), dhomir NAA (kami) dalah dhomir Nashob Muttashil.
3. Dhomir Jer Muttashil, yaitu dhomir yang bersambung dengan isim, karena kedudukannya menjadi mudhof ilaihi pada susunan idhofah (dua isim atau lebih yang dijadikan satu makna), seperti :  نصره  = NASHRUHU (pertolongannya dia), dhomir HU dalam kalimat ini menduduki mudhof ilaihi, oleh seba itu dia dibaca majrur.

NB : NAHSOROHU dan NASHRUHU kalau ditulis gundul maka bentuknya sama persis = نصره , namun kalau salah membaca huruf RO’-nya maka akan salah juga maknanya… coba kalimat ini disebutkan dhomirnya : إياك نعبد  = IYYAAKA NA’BUDU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: