REBONDING dan KAWAT GIGI


Bismillaahirrohmaanirrohim

Katahuilah, bahwa Islam sangat mengutamakan kebersihan dan mencintai keindahan, sebagaimana keterangan hadits-hadits shoheh berikut ini

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الْفِطْرَةُ خَمْسٌ أَوْ خَمْسٌ مِنْ الْفِطْرَةِ : الْخِتَانُ وَاْلإسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيمُ اْلأَظْفَارِ وَنَتْفُ اْلإِبِطِ وَقَصُّ الشَّارِبِ.  رواه البخاري (٥٨٨٩)، ومسلم (٢٥٧)}. وغيرهما
Dari Abu Hurairoh ra, dari Nabi SAW bersabda : Kesucian itu adalah lima, atau lima dari kesucian (yaitu) : “Khitan, dan Istihdad (mencukur bulu kemaluan), dan memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak, dan menggunting (memangkas)  kumis”. (H.R. Al-Bukhari, No : 5889, dan Muslim, No : 257). Dan selain keduanya

ِ عَنْ أَبِي أَيُّوبَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَرْبَعٌ مِنْ سُنَنِ الْمُرْسَلِينَ : الْحَيَاءُ وَالتَّعَطُّرُ وَالسِّوَاكُ وَالنِّكَاحُ. رواه الترمذي (١٠٨٠). حديث حسن غريب
Dari Abu Ayyub ra, berkata : Rasululloh SAW bersabda : “Empat hal termasuk sunnah-sunnahnya para rasul (yaitu) : Malu, memakai wewangian (parfum), siwak (sikat gigi), dan nikah”. (H.R. At-Tirmidzi, No : 1080). Ini adalah hadits hasan lagi ghorib

Namun ada beberapa hal yang dilarang di dalam Islam, karena perbuatan tersebut termasuk merubah ciptaan Alloh dan juga termasuk tradisi yang berlaku di dalam masyarakat Bani Israil atau Yahudi.

Dan beberapa hal yang dilarang di dalam Islam adalah :

1). AL-WAASYIMAH wa AL-MUUTASYIMAH (Perempuan yang membuat tahi lalat palsu atau tato dan juga perempuan yang dibuatkan tahi lalat palsu atau tato).
2). AL-WAASHILAH wa AL-MAUSHUULAH (Perampuan yang menyambung rambut dan juga perempuan yang disambung rambutnya).
3). AL-MUTANAMMISHOH (Perempuan yang melembutkan atau menghaluskan rambutnya).
4). AL-MUTAFALLIJAH (Perempuan yang memangur giginya agar bagus atau yang memasang kawat gigi behel agar bagus giginya).

Dan dalil-dalil hadits tentang ke-empat perkara ini adalah :

عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود رضي الله عنه قَالَ : لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُوتَشِمَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ، فَبَلَغَ ذَلِكَ امْرَأَةً مِنْ بَنِي أَسَدٍ يُقَالُ لَهَا أُمُّ يَعْقُوبَ، فَجَاءَتْ فَقَالَتْ : إِنَّهُ بَلَغَنِي عَنْكَ أَنَّكَ لَعَنْتَ كَيْتَ وَكَيْتَ، فَقَالَ : وَمَا لِي أَلْعَنُ مَنْ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَنْ هُوَ فِي كِتَابِ اللَّهِ، فَقَالَتْ : لَقَدْ قَرَأْتُ مَا بَيْنَ اللَّوْحَيْنِ فَمَا وَجَدْتُ فِيهِ مَا تَقُولُ، قَالَ : لَئِنْ كُنْتِ قَرَأْتِيهِ لَقَدْ وَجَدْتِيهِ أَمَا قَرَأْتِ : { وَمَا آتَاكُمْ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا }، قَالَتْ : بَلَى، قَالَ : فَإِنَّهُ قَدْ نَهَى عَنْهُ، قَالَتْ : فَإِنِّي أَرَى أَهْلَكَ يَفْعَلُونَهُ، قَالَ : فَاذْهَبِي فَانْظُرِي، فَذَهَبَتْ فَنَظَرَتْ فَلَمْ تَرَ مِنْ حَاجَتِهَا شَيْئًا، فَقَالَ : لَوْ كَانَتْ كَذَلِكَ مَا جَامَعْتُهَا. رواه البخاري (٤٨٨٦)، ومسلم (٢١٢٥)}. وغيرهما
Dari ‘Alqomah dari Abdulloh bin Mas’ud ra, berkata : “Alloh melaknat perempuan yang membuat tahi lalat palsu (tato) dan perempuan yang dibuatkan tahi lalat palsu (tato), dan Perempuan yang melembutkan atau menghaluskan rambutnya, dan perempuan yang memangur giginya (memasang kawat gigi) agar bagus yang merubah ciptaan Alloh”, lalu perkataan itu sampailah kepada seorang perempuan dari Bani Asad namanya Ummu Ya’qub, lalu dia datang seraya berkata : “Sesungguhnya telah sampai kepadaku bahwasanya engkau telah melaknat ini dan itu,  lalu dia (Ibnu Mas’ud) berkata : Mengapa aku tidak melaknat orang yang telah dilaknat oleh Rasululloh SAW, dan orang seperti itu juga ada di alam Kitab Alloh, lalu dia (Ummu Ya’qub) berkata : Sungguh aku telah membaca Al-Qur’an mulai dari awal hingga akhir, lalu aku tidak menemukan di dalamnya seperti apa yang telah kamu katakan, dia (Ibnu Mas’ud) berkata : Jika kamu telah membacanya, maka sungguh kamu telah mendapatinya, bukankah kamu telah membaca (ayat ke-7 dari surat Al-Hasyr) : “Apa saja yang telah di datangkan oleh rasul, maka ambil-lah dan apa saja yang telah dilarang oleh rasul, maka tinggalkanlah darinya”. Dia (Ummu Ya’qub) berkata : Iya, dia (Ibnu Mas’ud) berkata : Sesungguhnya Rasululloh SAW telah melarangnya, dia (Ummu Ya’qub) berkata : Sesungguhnya aku telah melihat keluargamu sedang melakukanya, dia (Ibnu Mas’ud) berkata : Pergilah kamu dan lihatlah, dia (Ummu Ya’qub) pergi lalu dia melihat keluarganya Ibnu Mas’ud dan dia tidak melihat sesuatupun dari yang dibutuhkannya, maka Ibnu Mas’ud berkata : “Kalau sekiranya seperti apa yang kamu katakan, maka aku tidak akan mengumpulinya”. (H.R. Al-Bukhari, No : 4886, dan Muslim, No : 2125), dan selain keduanya.

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ امْرَأَةً جَاءَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ : إِنِّي أَنْكَحْتُ ابْنَتِي، ثُمَّ أَصَابَهَا شَكْوَى فَتَمَرَّقَ رَأْسُهَا، وَزَوْجُهَا يَسْتَحِثُّنِي بِهَا، أَفَأَصِلُ رَأْسَهَا؟ فَسَبَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ. رواه البخاري (٥٩٣٥)، ومسلم (٢١٢٢)}. وغيرهما
Dari Asma’ binti Abu Bakar ra, sesungguhnya seorang perempuan telah datang kepada Rasululloh SAW, lalu dia berkata : Sesungguhnya aku akan menikahkan putriku, kemudian dia sakit sampai rontok rambutnya, lalu calon suaminya menganjurkan kepadaku agar aku menyambung rambutnya, maka Rasululloh SAW mencaci maki perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang minta rambutnya disambung”. (H.R. Al-Bukhari, No : 5935, dan Muslim, No : 2122), dan selain keduanya.

عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ أَنَّهُ سَمِعَ مُعَاوِيَةَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ عَامَ حَجَّ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ، وَتَنَاوَلَ قُصَّةً مِنْ شَعَرٍ كَانَتْ فِي يَدِ حَرَسِيٍّ، يَقُولُ : يَا أَهْلَ الْمَدِينَةِ، أَيْنَ عُلَمَاؤُكُمْ؟ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَى عَنْ مِثْلِ هَذِهِ، وَيَقُولُ : إِنَّمَا هَلَكَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ حِينَ اتَّخَذَ هَذِهِ نِسَاؤُهُمْ. رواه البخاري (٥٩٣٢)، ومسلم (٢١٢٤)}. وغيرهما
Dari Humaid bin Abdurrahman bin Auf sesungguhnya dia telah mendengar Mu’awiyah bin Abu Sufyan pidato pada tahun haji di atas mimbar, dan dia (Mu’awiyah) mengambil jambul rambut (cemara) yang berada di tangan pengawalnya, dia (Mu’awiyah) berkata : Wahai penduduk Madinah, di mana para ulama’ kalian? Saya tekah mendengar Rasululloh SAW melarang dari perbuatan seperti ini, belliau Rasululloh SAW bersabda : Sesungguhnya kehancuran bani Israil hanyalah tatkala para perempuan mereka menjadikan seperti ini”. (H.R. Al-Bukhari, No : 5932, dan Muslim, No : 2124), dan selain keduanya.

Dalam hal ini Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani di dalam Fathul Baari, 11/575 menjelaskan :

قال الطبري : لا يجوز للمرأة تغيير شيء من خلقتها التي خلقها الله عليها بزيادة أو نقص التماس الحسن لا للزوج ولا لغيره كمن تكون مقرونة الحاجبين فتزيل ما بينهما توهم البلج أو عكسه ، ومن تكون لها سن زائدة فتقلعها أو طويلة فتقطع منها أو لحية أو شارب أو عنفقة فتزيلها بالنتف ، ومن يكون شعرها قصيرا أو حقيرا فتطوله أو تغزره بشعر غيرها ، فكل ذلك داخل في النهي . وهو من تغيير خلق الله تعالى . قال : ويستثنى من ذلك ما يحصل به الضرر والأذية كمن يكون لها سن زائدة أو طويلة تعيقها في الأكل أو إصبع زائدة تؤذيها أو تؤلمها فيجوز ذلك ، والرجل في هذا الأخير كالمرأة ، وقال النووي : يستثنى من النماص ما إذا نبت للمرأة لحية أو شارب أو عنفقة فلا يحرم عليها إزالتها بل يستحب . قلت : وإطلاقه مقيد بإذن الزوج وعلمه ، وإلا فمتى خلا عن ذلك منع للتدليس

Imam At-Thobari berkata : Tidak boleh bagi seorang perempuan merubah sesuatu dari bentuknya yang telah diciptakan oleh Alloh kepadanya dengan menambahi atau mengurangi karena mencari kebaikan, ketidak bolehan ini baik untuk suaminya maupun untuk orang lain, seperti perempuan yang yang mempunyai kedua alis yang bersambung lalu dia menghilangkan sambungan di antara keduanya yang dia membayangkan kedua alisnya terpisah atau sebaliknya. Dan seperti perempuan yang memiliki gigi bertambah lalu dia menanggalkannya, atau giginya panjang lalu dia memotongnya, atau dia memiliki jenggot atau kumis atau rambut yang tumbuh di bawah bibir lalu dia menghilangkannya dengan dicabuti. Atau seperti perempuan yang yang rambutnya pendek atau rambutnya sedikit lalu dia memanjanggkanya atau dia menambahkannya dengan rambut yang lain, maka semua itu masuk di dalam larangan, yaitu termasuk merubah ciptaan Alloh Ta’ala.

Imam At-Thobari berkata : Dan dikecualikan dari hal itu apabila ada sesuatu yang sampai membahayakan atau gangguan, seperti orang yang memiliki gigi bertambah atau gigi panjang yang merintanginya untuk makan, atau dia memiliki jari bertambah yang mengganggunya atau meyakitinya maka hal itu boleh. Dan lelaki di dalam permasalahan yang terakhir ini hukumnya seperti perempuan.

Imam An-Nawawi berkata : Dikecualikan dari An-Nimash adalah sesuatu yang apabila tumbuh bagi seorang perempuan berupa jenggot atau kumis atau anfaqoh (rambut yang tumbuh di bawah bibir), maka tidak haram baginya untuk menghilangkannya, bahkan sunnah hukumnya. Saya (Imam Ibnu Hajar Al-Asqolnai) berkata :  Kebebasannya itu terikat dengan izin dan sepengetahuan sang suami, dan jika tidak, maka kapan saja dia melepaskan diri dari hal itu, maka dilarang karena dia telah menyembunyikan sesuatu dari sang suami.

Kesimpulan

1. Rebonding (merubah ramput keriting menjadi lurus) adalah termasuk merubah ciptaan Alloh Ta’ala, maka hukumnya HARAM, baik menggunakan obat-obatan kimia yang membahayakan maupun menggunakan vitamin atau nutrisi rambut atau menggunakan alat tertentu yang tidak membahayakan. Dan bagi sang suami tidak diperbolehkan memberikan izin kepada istrinya melakukan sesuatu yang telah dilarang oleh syari’at.
2. Memasang kawat gigi (behel) yang niatnya untuk merapikan gigi, maka hukumnya diqiaskan dengan memangur gigi, jadi keduanya sama-sama HARAM, karena keduanya termasuk merubah ciptaan Alloh Ta’ala.
3. Membuat tahi lalat palsu atau membuat tato, maka hukumnya juga HARAM, dan apabila bahan yang dipakai najis, maka sholatnya tidak sah, namun kalau bahannya tidak najis maka sholatnya tetap sah karena dia berada di dalam kulit, namun kalau dia berada di luar kulit dan menghalangi sampainya air pada kulit, maka wudhunya tidak sah sehingga sholatnya juga tidak sah. Dan wajib bagi dia untuk berupaya menghilangkan tahi lalat palsu atau tato  tersebut dengan sesuatu yang tidak membahayakan dirinya. Wallohu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: