BENARKAH DOSA SYIRIK TIDAK DAPAT DIAMPUNI?


Bismillaahirrohmaanirrohiim

Pertanyaan :
Telah kita ketahui bahwa di dalam Al-Qur’an telah dijelaskan bahwa Alloh Ta’ala akan mengampuni seluruh dosa selain syirik, lalu apakah dosa syirik itu memang benar-benar tidak bisa diampuni secara mutlak?

Jawab :
Seluruh dosa akan diampuni oleh Alloh Ta’ala selain syirik, itu artinya adalah bahwa semua dosa yang berhubungan langsung dengan Alloh Ta’ala atau dosa yang tidak ada sangkut-pautnya dengan hak manusia, maka akan diampuni sesuai kehendak-Nya, dan semua dosa-dosa kecil juga dapat diampuni dengan amal kebajikan, namun khusus bagi dosa syirik maka tidak akan diampuni tanpa bertaubat kepada Alloh Ta’ala, dan jika dia telah bertaubat, maka dosa syirik pun masih tetap akan diampuni selama nyawanya belum sampai di tenggorokan atau selama matahari belum terbit dari tempat terbenamnya, karena sesungguhnya Alloh Maha Penerima Taubat lagi Maha Pengampun.

Penjelasan :

Alloh Ta’ala berfirman :

 إِنَّ اللَّهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا. النساء : ٤٨
“Sesungguhnya Alloh tidak akan mengampuni bila Dia disekutukan dengan sesuatu (syirik), dan Dia akan mengampuni apa-apa yang selain itu (selain syirik) bagi orang-orang yang Dia kehendaki, dan barangsiapa yang menyukutkan Alloh, maka sungguh dia telah membuat dosa yang sangat besar”. (Q.S. An-Nisa : 48).

Dan Alloh Ta’ala telah mengharamkan surga bagi orang-orang yang berbuat syirik, dan tempat mereka adalah neraka. Alloh Ta’ala berfirman :

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ. المائدة : ٧٢
“Sesungguhnya barangsiapa yang menyekutukan Alloh, maka sungguh Alloh telah mengharamkan surga kepadanya, dan tempat kembalinya adalah neraka”. (Q.S. Al-Maidah : 72).

Dan bahkan tatkala di dunia pun orang-orang musyrik itu tidak diperkenankan untuk memakmurkan masjid karena mereka tergolong orang kafir dan seluruh amal kebajikan mereka telah hilang sia-sia, dan di akhirat mereka juga akan menempati nereka secara kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَنْ يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ أُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ. التوبة : ١٧
“Tidak layak bagi orang-orang musyrik itu bila mereka memakmurkan masjid-masjidnya Alloh sedangkan mereka menyaksikan atas diri mereka sendiri pada kekafiran, mereka itulah yang telah hilang sia-sia amal-amal kebajikan mereka, dan di dalam neraka-lah mereka kekal”. (Q.S. At-Taubah : 17).

Dan berikut ini adalah beberapa dalil Al-Qur’an dan Al-Hadits yang menjelaskan bahwa amal kebajikan itu dapat melebur dosa-dosa kecil, Alloh Ta’ala berfirman :

وَأَقِمِ الصَّلاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ. هود : ١١٤
“Dan dirikanlah sholat pada dua penghujung hari (pagi dan petang), dan pada bagian awal dari malam, sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu akan menghilangkan keburukan-keburukan (melebur dosa-dosa), itulah peringatan bagi-orang-orang yang ingat”. (Q.S. Hud : 114).
عَنْ أَبِي ذَرٍّ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. رواه الترمذي : ١٩٨٧ وأحمد : ٥/٢٣٦، وقال الترمذي : هذا حديث حسن صحيح
Dari Abu Dzar ra, berkata : Rasululloh SAW bersabda kepadaku : “Bertaqwalah kamu dimana saja kamu berada, dan ikutilah keburukan pada kebaikan yang kebaikan itu akan menghapus keburukan, dan berakhlaqlah pada manusia dengan akhlaq yang baik”. (H.R. At-Tirmidzi, No : 1987, dan Ahmad, 5/236, dan Imam At-Tirmidzi berkata : Ini adalah hadits yang hasan lagi shoheh

Alloh Ta’ala berfirman :

فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لاَ أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى بَعْضُكُمْ مِنْ بَعْضٍ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ ثَوَابًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ. آل عمران : ١٩٥
“Maka Tuhan mereka telah mengabulkan permohonan bagi mereka, (Alloh) berfirman : Sesungguhnya Aku tidak akan menyia-nyiakan amalnya orang yang beramal dari kalian dari jenis lelaki dan perempuan, sebagian kalian adalah (keturunan) dari sebagian yang lain, lalu orang-orang yang berhijrah dan yang diusir dari negeri mereka sendiri dan yang disakiti di jalan-Ku, dan yang berperang serta yang terbunuh, maka sungguh Aku akan melebur dosa-dosa dari mereka, dan sungguh Aku akan memasukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir dari bahwahnya sungai-sungai sebagai pahala di sisi Alloh, dan Alloh di sisi-Nya terdapat sebaik-aiknya pahala”. (Q.S. Ali Imron : 195).

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ. آل عمران : ٣١
“Katakanlah (Muhammad), jika kalian mencintai Alloh, maka ikutilah aku, niscaya Alloh akan mencintai kalian dan akan mengampuni bagi kalian pada dosa-dosa kalian, dan Alloh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Q.S. Ali Imron : 31).

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang senada dengan beberapa ayat di atas, dan semua ayat tersebut belum jelas apakah yang akan diampuni dengan sebab amal sholeh itu semua dosa ataukah hanya dosa kecil saja. Sedangkan dalam ayat lain dijelaskan bahwa yang akan diampuni hanyalah dosa-dosa kecil saja, Alloh Ta’ala berfirman :

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلاً كَرِيمًا. النساء : ٣١
“Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar apa yang kalian dilarang darinya, maka Kami akan melebur dari kalian keburukan-keburukan kalian dan Kami akan memasukkan kalian dalam keadaan masuk yang mulia”. (Q.S. An-Nisa : 31).

Namun semua ayat tersebut juga tidak boleh menafikan adanya ayat-ayat lain yang menjelaskan bahwa Alloh Ta’ala tetap akan mengampuni segala dosa, termasuk di dalamnya adalah dosa-dosa besar dan dosa syirik.
Alloh Ta’ala berfirman :

قُلْ يَاعِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ . الزمر : ٥٣
“Katakanlah (Muhammad) : Wahai hamba-hamba-KU yang telah melampaui batas kepada diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rohmat Alloh, sesungguhnya Dia akan mengampuni dosa-dosa seluruhnya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Q.S. Az-Zumar : 53).

Kesimpulan

1). Orang kafir yang berbuat syirik, maka seluruh dosanya akan diampuni oleh Alloh Ta’ala bila dia telah masuk Islam dengan sungguh-sungguh. Dan dia akan menjadi suci dan bersih laksana bayi yang baru lahir.

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ. الأنفال : ٣٨
“Katakanlah (Muhammad) kepada orang-orang kafir, jika mereka menghentikan (kemusyrikannya), maka akan diampuni bagi mereka apa-apa yang telah terdahulu”. (Q.S. Al-Anfal : 38).

بَلَى مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ. البقرة : ١١٢
“(Tidaklah begitu) Barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Alloh (masuk Islam), sedanakan dia adalah orang yang berbuat baik, maka baginya pahalanya di sisi Tuhannya, dan tidak takut atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati”. (Q.S. Al-Baqoroh : 112).

2). Orang-orang Islam yang berbuat syirik, maka seluruh amal ibadahnya akan lebur hilang sia-sia, namun apabila dia telah benar-benar bertaubat kepada Alloh Ta’ala, maka Alloh pun akan tetap mengampuninya. Dan menurut pendapat mayoritas ulama’ maka dia harus meng-qodho’ semua kewajiban yang pernah dilakukannya sebelum dia melakukan perbuatan syirik.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ،  قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ : قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي، غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ، لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ، ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي، غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطَايَا، ثُمَّ لَقِيتَنِي لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئًا، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً. {رواه الترمذي (٣٥٤٠)}. هذا حديث حسن غريب
Dari Anas bin Malik r.a, berkata : Saya telah mendengar Rasulullah SAW, bersabda : Allah Tabaaroka Wa Ta’ala berfirman : Wahai anak Adam, sesungguhnya selama kamu berdo’a kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, maka Aku mengampuni bagimu atas sesuatu yang ada di dalam dirimu dan Aku tidak perduli, Wahai anak Adam, kalu seandainya dosa-dosamu sampai menjulang langit, kemudian kamu memohon ampun kepada-Ku, maka Aku mengampuni bagimu dan Aku tidak perduli, Wahai anak Adam, sesungguhnya kalau seandainya kamu mendatangi-Ku dengan sepenuh bumi berupa kesalahan, kemudian kamu menjumpai-Ku dengan tidak menyekutukan Aku dengan sesuatupun, maka Aku mendatangimu dengan sepenuhnya (bumi) berupa pengampunan”. (H.R. At-Tirmidzi, No Hadits : 3540). Dan Imam At-Tirmidzi berkata : Ini adalah hadits yang hasan lagi ghorib.

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ اْلأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ،   قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ : لَوْلاَ أَنَّكُمْ تُذْنِبُونَ لَخَلَقَ اللَّهُ خَلْقًا يُذْنِبُونَ، وَيَغْفِرُ لَهُمْ. {رواه مسلم (٢٧٤٨)، والترمذي (٣٥٣٩)}. حديث صحيح
Dari Abu Ayyub Al-Anshori r.a, berkata : Saya telah mendengar Rasulullah SAW, bersabda : “Kalau seandainya kalian tidak ada yang berbuat dosa,  sungguh Allah menciptakan makhluk yang berbuat dosa,  dan Dia akan mengampuni bagi mereka”. (H.R. Muslim, No Hadits : 2748, dan At-Tirmidzi, No Hadits : 3539).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ الْخَلْقَ، كَتَبَ فِي كِتَابِهِ، فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ، “إِنَّ رَحْمَتِي تَغْلِبُ غَضَبِي”. {رواه البخاري (٧٤٠٤)، ومسلم (٢٧٥١)}. حديث صحيح
Dari Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Nabi SAW, bersabda : Tatkala Allah menciptakan makhluk, Dia mencatat di dalam kitab-Nya, yaitu di sisi-Nya di atasnya Al-‘Arsy : “Sesungguhnya rahmat-Ku adalah mengalahkan murka-Ku”. (H.R. Al-Bukhari, No Hadits : 7404, dan Muslim, No Hadits : 2751).

Dalam hal ini Imam Fakhruddin Ar-Razi menjelaskan makna kandungan dalam surat An-Nisa, ayat 38 tersebut, sebagai berikut :

أن قوله : { إِنَّ الله لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ } معناه لا يغفر الشرك على سبيل التفضل لأنه بالإجماع لا يغفر على سبيل الوجوب ، وذلك عندما يتوب المشرك عن شركه ، فاذا كان قوله : إن الله لا يغفر الشرك هو أنه لا يغفره على سبيل التفضل. تفسير الرازي المشتهر بالتفسير الكبير ومفاتيح الغيب
Sesunggunya firman-Nya (Alloh Ta’ala) : (INNALLOHA LAA YAGHFIRU AN YUSYROKA BIHI), maknanya adalah Dia tidak akan mengampuni dosa syirik dengan jalan anugerah (tanpa bertaubat), karena dosa syirik menurut kesepakatan ulama tidak akan diampuni di atas jalan kewajiban, dan hal itu mengharuskan orang musyrik bertaubat dari kesyirikannya itu, lalu apabila ada firman-Nya : (INNALLOHA LAA YAGHFIRU AN YUSYROKA BIHI), maka Dia (Alloh) tidak akan mengampuninya dengan jalan anugerah (ampunan cuma-cuma tanpa adanya taubat), .” (Tafir Ar-Roziy yang masyhur dengan nama At-Tafsir Al-Kabir dan Mafatih Al-Ghoib).

Syech Muhammad bin Ahmad As-Showi menjelaskan :

أي إن مات من غير توبة، وإلا فالتائب من الذنب كمن لا ذنب له، هذا معنى قول صاحب الجوهرة :
ومن يمت ولم يتب من ذنبه ٭ فأمره مفوض لربه
والغالب المغفرة، لأن فضل الله واسع، ورحمته تغلب غضبه، وكل ذلك ما لم يمت هديما أو غريقا أو مقتولا ظلما مثلا، وإلا فيقوم ما ذكر مقام التوبة. تفسير الصاوي
Artinya adalah jika dia mati tanpa bertaubat, dan jika tidak, maka orang yang bertaubat dari dosa itu seperti orang yang tidak ada dosa baginya, ini adalah makna ucapannya pemilik nadzom Al-Jauharoh :
Dan barang siapa yang mati sedangkan dia belum bertaubat dari dosanya * Maka urusannya dikuasakan penuh kepada Tuhan-nya.
Dan pada umumnya adalah pengampunan, karena sesungguhnya anugerah Alloh itu sangat luas, dan rohamt-Nya mengalahkan murka-Nya, dan tiap-tiap hal itu selama dia tidak mati dalam keadaan  tertimpa reruntuhan atau mati dalam keadaan tenggelam, atau terbunuh secara dzolim misalnya, dan jika tidak maka apa yang telah disebutkan itu akan menduduki pada kedudukannya taubat”. (Tafsir Hasyiyah As-Showiy, 1/298). Wallohu A’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: