ISIM, FI’IL dan HURUF


METODE PRAKTIS

CARA MEMBACA KITAB KUNING

BAGI PEMULA

  • Bismillaahirrohmaanirrohiim

***Bagian Pertama***

“Kalimat” di dalam Bahasa Arab itu setara dengan “kata” di dalam Bahasa Indonesia, dan kalimat itu ada tiga, yaitu Kalimat Isim (Kata Benda/Noun), Kalimat Fi’il (Kata Kerja/Verb), dan Huruf Ma’aniy (Huruf yang bermakna, karena di dalam Bahasa Arab itu huruf ada dua, yaitu huruf Ma’aniy yaitu huruf yang memiliki makna dan huruf Mabaniy yaitu huruf yang menjadi bangunan suatu kalimat/kata).

 

  • Kalimat Isim ciri-cirinya bisa ditanwin dan bisa di masuki oleh Alif dan Lam atau AL, contoh :عبد (Abdun)
العبد(Al’abdu)Bila kalimat Isim sudah dimasuki oleh AL, maka tidak boleh ditanwin, semisal ALHAMDU, tidak boleh dibaca ALHAMDUN, beda kalau HAMDUN yang tidak dimasuki oleh AL, maka harus ditanwin (karena dia bukan termasuk Isim ghoiru munshorif yang akan dibahas selanjutnya)
  • Kalimat Fi’il itu ada empat yaitu : Fi’il Madzi (Kata kerja bentuk lampau, contoh : عبد (Abada artinya dia telah menyembah), Fi’il Mudhori’ (kata kerja bentuk sekarang atau akan datang, contoh : يعبد (Ya’budu artinya dia sedang atau akan menyembah), Fi’il Amar (Kata kerja bentuk perintah, contoh : أعبد (U’bud artinya sembahlah oleh kamu), dan Fi’il Nahyi (Kata kerja bentuk larangan, contoh : لا تعبد(Laa Ta’bud artinya janganlah menyembah oleh kamu)

Coba perhatikan kata عبد (Kalau ketiga hurufnya berharokat hidup semua ‘ABADA maka dia adalah fi’il dan kalau huruf tengahnya di sukun atau mati ‘ABDUN maka dia adalah isim, demikian pula حمد HAMIDA (memuji) bila ketiga hurufnya berharokat hidup semua maka dia adalah fi’il, dan bila huruf tengahnya mati atau disukun dibaca HAMDUN maka dia adalah isim… (Namun ketentuan seperti ini tidak baku karena banyak juga kalimat yang ketiga hurufnya hidup namun dia termasuk isim, contoh شجر، حجر  (SYAJARUN artinya pohon, dan HAJARUN artinya batu).

  • Huruf yang masuk dalam pembahasan kalimat di dalam ilmu nahwu adalah huruf yang memiliki makna atau HURUF MA”ANIY, contoh : هل (HAL maknanya apakah, ini disebut sebagai huruf istifham atau kata tanya), من (MIN artinya dari, ini disebut sebagai huruf Jer atau huruf Khofadh), Huruf BA’ seperti dalam contoh بالله (BILLAAHI Huruf BA’ di sini bisa bermakna DEMI yang disebut sebagai huruf Qasam atau sumpah, dan bisa bermakna dengan atau kepada, dan huruf BA’ di sini juga termasuk huruf Jer atau Khofadh). Hal ini berbeda dengan huruf yang hanya menjadi bangunan suatu kalimat/kata, seperti Huruf DAL, WAWU, ALIF dan MIM dalam kata دوام  (DAWAM), maka semua huruf yang menyusun kata DAWAM tersebut disebut sebagai Huruf Mabaniy. Dan huruf itu tidak memiliki alamat atau tanda-tanda/ciri-ciri.
  • NB : Kalimat Isim kami artikan sebagai kata benda karena kata sifat di dalam Bahasa Arab dapat berupa Isim dan juga dapat berupa fi’il. Alloh SWT berfirman : وعلم آدم الأسماء كلها (Dia (Alloh) telah mengajarkan kepada Nabi Adam nama-nama semuanya)… Sekian dulu, harap difahami, dan nantikan pembahasan beikutnya… insya-Alloh

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: